Senin, 06 Agustus 2012

CARA SERVICE AC

Gambar Service AC
Melakukan Perawatan AC adalah suatu keharusan, hal ini berguna untuk mempertahankan kinerja dan masa pemakaian dari unit AC itu sendiri. Fungsi dari AC adalah mendinginkan ruangan dengan cara mensirkulasi udara dalam ruangan dan mendinginkannya. Udara dalam ruangan akan dihisap oleh fan blower, lalu diarahkan untuk memasuki evaporator. Di dalam evaporator terjadi pertukaran kalor, hingga suhu udara akan menjadi lebih dingin. Lalu udara diarahkan kembali kedalam ruangan oleh fan blower dalam keadaan lebih dingin. Untuk lebih jelasnya, silahkan baca Cara Kerja AC. Sebelum kita mempelajari tentang Cara Service AC, maka ada baiknya kita ketahui tentang beberapa perawatan yang biasanya dilakukan terhadap suatu unit AC.

Perawatan AC, secara umum terbagi dalam 3 pekerjaan, yaitu;

  1. Perawatan Ringan
  2. Perawatan Sedang
  3. Perawatan Besar
Perawatan Ringan adalah sebuah pekerjaan pembersihan terhadap saringan udara atau filter yang ada pada unit indoor AC. Pembersihan ini dilakukan dengan cara water cleaning, yaitu mencuci filter dengan air dan sedikit sabun, yang berfungsi untuk menghilangkan debu dan kotoran yang menempel padanya. Pencucian filter ini disarankan dilakukan tiap 1 minggu sekali. Hal ini bisa dilakukan sendiri oleh pemakai AC, tak perlu bantuan teknisi.

Perawatan Sedang adalah sebuah pekerjaan pembersihan dan pengecekan terhadap keseluruhan komponen utama dari unit AC. Biasanya disebut Service AC. Pembersihan ini dilakukan dengan cara chemical & water  pressure cleaning terhadap evaporator dan kondenser. Pekerjaan service AC, tidak disarankan untuk dikerjakan sendiri oleh pemakai AC, terkecuali jika pemakai mengetahui dengan benar fungsi dari komponen-komponen yang ada pada unit AC tersebut. Oleh karena service AC dilakukan dengan melibatkan unsur kimia dan air bertekanan tinggi, maka disarankan hanya teknisi yang profesional saja yang mengerjakannya.

Perawatan Besar yaitu pekerjaan overhaul atau pembongkaran secara besar-besaran terhadap dua kompenen utama AC yaitu evaporator dan kondenser. Hal ini dilakukan untuk menghilangkan kerak-kerak kotoran dan karat yang menempel pada kisi-kisi atau sirip-sirip pendingin dan juga pada pipa yang berbentuk coil pada kedua komponen utama tersebut. Berfungsi untuk mengembalikan kinerja AC yang telah menurun.

Cara Service AC

Service AC termasuk sebuah perawatan sedang yang dilakukan secara reguler setiap 2 bulan sampai dengan 3 bulan sekali, tergantung beban pemakaian dan area tempat AC itu berada. Idealnya, suatu unit AC dipakai sekitar 8 s/d 12 jam sehari, ini disarankan untuk memperpanjang umur AC. Namun secara garis besar, pemakaian selama 24 jam pun tidak dipermasalahkan, karena pada prinsipnya, unit AC mempunyai pengaman atau proteksi terhadap kinerja yang berlebihan. Pada area yang berdebu, seperti dipinggir jalan raya, kinerja AC akan sangat terbebani, karena banyaknya debu yang menempel pada kisi-kisi kondenser pada outdoor unit. Pada kondisi ini, sebaiknya dilakukan service AC setiap 2 bulan sekali.

Berikut ini tahapan dari pekerjaan service AC:

Indoor Unit

Gambar Perawatan Indoor Unit
  • Siapkan pompa air tekanan tinggi, khusus untuk mencuci AC, beserta airnya. Matikan power  pada unit AC dengan mencabut stop kontaknya.
  • Buka penutup pada bagian depan indoor unit, biasanya pada bagian bawah penutup terdapat 2 hingga 3 baut. Kendorkan  dan keluarkan baut-baut ini dengan obeng plus. Lalu buka penutup dengan sedikit mencongkel bagian pengunci yang berada di bagian atas penutup. Hati-hati terhadap saringan udara ataupun odour part yang ada pada penutup indoor, usahakan agar tidak tersangkut. Pada beberapa jenis AC kita harus melepas kabel penghubung pilot system yang terdapat pada penutup indoor. Letakkan penutup indoor dan komponen-komponennya pada tempat terlindung atau bisa langsung dibersihkan dengan air dan sabun, namun jangan lupa untuk melepas komponen yang tak boleh terkena air.
  • Lakukan pengecekan visual terhadap indoor unit yang telah terbuka penutupnya. Siapkan plastik drainase lalu tutup seluruh bagian indoor dengan plastik tersebut. berikan pelindung tambahan pada bagian PCB unit jika perlu. Plastik drainase berguna untuk mencegah percikan air dan aliran air kotor yang di semprotkan ke bagian komponen indoor.
  • Setelah plastik drainase terpasang sempurna, siapkan cairan kimia pembersih karat dan kotoran, campurkan air dengan perbandingan 1:1 banyaknya tergantung dari besar evaporator yang akan dibersihkan. Semprotkan air bertekanan secara merata ke evaporator hingga debu dan kotoran menghilang, lalu sapukan kisi-kisi evaporator dengan cairan pembersih menggunakan kuas. Diamkan 5 s/d 10 menit.
  • Sambil menunggu, siapkan air sabun, sapukan air sabun pada sirip sirip fan blower, swing pengatur aliran udara dan talang penampung air.
  • Setelah zat kimia bereaksi dengan kotoran pada kisi-kisi evaporator, semprot kisi-kisi evaporator dengan air bertekanan hingga kotoran dan debu hilang dari permukaannya.
  • Semprotkan juga air ke sirip-sirip fan blower dan swing pengatur aliran udara. Lalu semprotkan juga ke talang penampung air.
  • Terakhir, semprotkan air bertekanan kedalam pipa drainase hingga air bisa lolos dengan sempurna.
  • Keringkan titik-titik air dengan lap kering atau kanebo, lalu pasang kembali penutup indoor unit. Pastikan melakukan pengecekan visual terhadap komponen kelistrikan pada indoor unit. Pastikan komponen kelistrikan dalam keadaan kering.
  • Pasang kembali stop kontak, lakukan pengetesan (test running) sekitar 5 menit. Jangan dulu dilepas plastik drainase yang masih terpasang, karena pada saat pertama kali dihidupkan, akan ada percikan-percikan air yang dihembuskan oleh fan blower.
  • Lakukan pengecekan suara atau getaran-getaran yang tidak normal yang timbul. Biasanya suara-suara tidak normal timbul karena pemasangan baut atau kedudukan komponen-komponen yang sebelumnya dilepas, tidak terpasang dengan sempurna.
  • Setelah dipastikan bahwa kondisi AC dalam keadaan normal, matikan AC dan cabut kembali stop kontak. Lepaskan juga plastik drainase.
  • Pastikan untuk mengeringkan area sekitar indoor unit sebelum meninggalkan ruangan.

Outdoor unit

Gambar Perawatan Outdoor unit
  • Buka penutup outdoor unit pada bagian atas dan penutup bagian depan (sisi blower).
  • Lakukan pengecekan visual terhadap keseluruhan komponen outdoor unit terutama kompresor unit.
  • Semprotkan air bertekanan ke kondenser  secara merata, sebentar saja, juga ke bagian sirip-sirip fan blower.
  • Sapukan dengan kuas, campuran cairan kimia pembersih dan air pada kisi-kisi kondenser, tunggu 5 s/d 10 menit.
  • Sambil menunggu, bersihkan sirip-sirip fan blower dengan air sabun, juga bagian-bagian penutup indoor lainnya yang masih menempel dan yang sudah dilepas sebelumnya.
  • Semprotkan kembali air bertekanan ke kondenser secara merata, pastikan kondenser benar-benar bersih dari kotoran.
  • Semprotkan juga air ke sirip-sirip fan blower, penutup outdoor dan bagian-bagian kotor didalam outdoor unit. Usahakan agar air tidak mengenai kompresor dan bagian-bagian kelistrikannya. Lakukan pengecekan visual kembali.
  • Pasang kembali penutup outdoor, keringkan penutup outdoor dengan kain lap ataupun kanebo.
  • Pasang kembali stop kontak AC, hidupkan AC. Tunggu sekitar 10 s/d 15 menit, lalu lakukan pengecekan tekanan refrigeran pada suction pipe dan pengecekan suhu didalam ruangan. Pastikan terdapat perubahan suhu ruangan yang cukup signifikan pada rentang waktu tersebut. Pastikan juga tekanan refrigeran berada pada angka tidak kurang dari 60 PSIG.
Demikian sekilas informasi tentang cara service AC, segala kritik, saran, tanggapan, uneg-uneg maupun pertanyaan, silahkan tulis pada kotak komentar.


Minggu, 05 Agustus 2012

HARGA SERVICE AC

Berikut ini Daftar Harga Service AC di Pusat Perbaikan AC Jakarta, Jakarta Technical Center berlaku tahun 2012 :

Daftar Harga Service AC


No Jenis AC Daya Harga Satuan Harga Discount
5 unit 10 unit
1 Split ½ PK s/d 2½PK Rp 40.000,- Rp 180.000,- Rp 350.000,-
2 Window ½ PK s/d 2½PK Rp 40.000,- Rp 180.000,- Rp 350.000,-
3 Cassete ½ PK s/d 2½PK Rp 50.000,- Rp 230.000,- Rp 450.000,-
4 Cassete ½ PK s/d 2½PK Rp 60.000,- Rp 280.000,- Rp 550.000,-
5 Ceiling ½ PK s/d 2½PK Rp 50.000,- Rp 230.000,- Rp 450.000,-
6 Ceiling ½ PK s/d 2½PK Rp 60.000,- Rp 280.000,- Rp 550.000,-
7 Floor ½ PK s/d 2½PK Rp 50.000,- Rp 230.000,- Rp 450.000,-
8 Floor ½ PK s/d 2½PK Rp 60.000,- Rp 280.000,- Rp 550.000,-
9 Duct ½ PK s/d 2½PK Rp 50.000,- Rp 230.000,- Rp 450.000,-
10 Duct ½ PK s/d 2½PK Rp 60.000,- Rp 280.000,- Rp 550.000,-


Jakarta Technical Center juga memberikan PROMOSI pada bulan-bulan tertentu. Berikut ini Harga Promosi untuk Jasa Service AC berlaku 1 Agustus 2012 s/d 31 Oktober 2012 :


Daftar Harga Promosi Service AC


No Jenis AC Daya Harga Satuan Harga Paket
5 unit 10 unit
1 Split ½ PK s/d 2½PK Rp 30.000,- Rp 150.000,- Rp 280.000,-
2 Window ½ PK s/d 2½PK Rp 30.000,- Rp 150.000,- Rp 280.000,-
3 Cassete 2 PK  s/d 3 PK Rp 45.000,- Rp 210.000,- Rp 400.000,-
4 Cassete 3½ PK s/d 5 PK Rp 55.000,- Rp 260.000,- Rp 500.000,-
5 Ceiling 2 PK  s/d 3 PK Rp 45.000,- Rp 210.000,- Rp 400.000,-
6 Ceiling 3½ PK s/d 5 PK Rp 55.000,- Rp 260.000,- Rp 500.000,-
7 Floor 2 PK  s/d 3 PK Rp 45.000,- Rp 210.000,- Rp 400.000,-
8 Floor 3½ PK s/d 5 PK Rp 55.000,- Rp 260.000,- Rp 500.000,-
9 Duct 2 PK  s/d 3 PK Rp 45.000,- Rp 210.000,- Rp 400.000,-
10 Duct 3½ PK s/d 5PK Rp 55.000,- Rp 260.000,- Rp 500.000,-


Sabtu, 04 Agustus 2012

CARA KERJA AC



Sebelum kita pelajari tentang Cara Kerja AC atau pendingin ruangan, mari kita ketahui lebih dulu komponen-komponen yang terdapat pada suatu unit AC. Kita akan mempelajari komponen AC Split, karena jenis AC ini banyak digunakan di perumahan dan perkantoran.

Berikut ini komponen-komponen utama yang terdapat pada AC Split :

Indoor Unit :

- Main PCB
  • Main PCB adalah pusat kontrol untuk seluruh komponen pendingin ruangan. Dari Main PCB ini pengaturan untuk menghidupkan dan mematikan AC dapat dilakukan, juga untuk pengaturan suhu ruangan, pengaturan kecepatan fan blower indoor dan pengaturan motor swing.
- Fan Blower Indoor
  • Adalah sebuah kipas yang berfungsi untuk menghisap udara ruangan dan mengembalikannya kedalam ruangan setelah melalui evaporator. Fan Blower memiliki peranan yang vital untuk mensirkulasi udara dalam ruangan.
- Swing Motor
  • Berfungsi untuk mengatur arah udara yang dihembuskan fan blower, bisa ke satu arah (statis) ataupun kearah yang berubah-ubah (dinamis).
- Evaporator
  • Berfungsi untuk melakukan pertukaran kalor antara cairan refrigeran dan udara ruangan yang melaluinya.
  
Outdoor Unit :

- Kompresor
  • Yaitu suatu mesin yang digerakkan oleh tenaga listrik yang berfungsi untuk memampatkan bahan pendingin  (refrigeran) dan mensirkulasikannya didalam sitem pemipaan tertutup.
- Kondensor
  • Berfungsi untuk melakukan pertukaran kalor antara gas refrigeran dengan udara luar yang melewatinya.
- Fan Blower Outdoor
  • Adalah sebuah kipas yang menghembuskan udara luar, masuk untuk melewati kondensor sehingga terjadi kondensasi.

  1. Pada saat AC dihidupkan (dengan remote atau tombol ON), Main PCB membaca kondisi ruangan dan beberapa detik kemudian akan menghidupkan kompresor.
  2. Kompresor akan melakukan penghisapan dan pemampatan(kompresi) refrigeran/bahan pendingin yang ada dalam sistem pemipaan tertutup, sedemikian hingga terbentuk suatu sirkulasi refrigeran dengan beberapa kali perubahan bentuk/wujud. Refrigeran pada saat dikompresi akan menjadi gas bertekanan tinggi.
  3. Refrigeran selanjutnya akan dialirkan melalui Kondensor untuk didinginkan, dan pada kondensor ini refrigeran berbentuk gas akan berubah menjadi refrigeran yang berbentuk cair, namun tetap dalam tekanan yang tinggi. Perubahan bentuk refrigeran diakibatkan pertukaran kalor antara udara luar ruang dengan refrigeran itu sendiri, dengan bantuan fan blower outdoor.
  4. Lalu refrigeran akan melewati sebuah katup ekspansi atau pipa kapiler yang ada pada unit indoor, ini bertujuan untuk menurunkan tekanan refrigeran hingga terbentuk gelembung-gelembung gas pada refrigeran dan juga menurunkan suhu refrigeran dibawah suhu ruangan yang akan didinginkan.
  5. Pada saat cairan refrigeran memasuki evaporator, terjadi pertukaran kalor antara suhu ruangan dan cairan refrigeran, sehingga suhu ruangan menjadi lebih dingin. Hal ini dimungkinkan dengan bantuan fan blower indoor yang menghembuskan udara ruangan melalui evaporator. Proses inilah yang menyebabkan udara dalam ruangan menjadi lebih dingin.
  6. Setelah melewati evaporator, cairan pendingin/refrigeran akan berubah menjadi gas bertekanan rendah, lalu mengalir ke arah kompresor. Begitulah secara berulang-ulang terjadi dalam proses tertutup.


Untuk lebih jelasnya, silahkan perhatikan gambar berikut ini dengan penjelasannya:

Gambar siklus bahan pendingin pada sistem AC
Siklus bahan pendingin pada sistem pemipaan air conditioner


A-B : Proses Unuseful-Superheat --- Suction Pipe
Pada Pipa Hisap atau pipa tekanan rendah, suhu refrigeran berada pada suhu 100C dan refrigeran pada saat ini berbentuk gas bertekanan rendah dengan tekanan 63 PSIG atau 4,4 bar. Disini terjadi proses penghisapan refrigeran oleh Kompresor dan kenaikan suhu yang seharusnya dihindari dengan cara membungkus pipa hisap ini agar tak terkena kontak langsung dengan udara sekitar. Kenaikan suhu yang signifikan akan menambah berat kinerja kompresor.

B-C : Proses Kompresi --- Compressor
Kompresor menghisap refrigeran berbentuk gas bertekanan rendah dan memampatkannya (mengkompresi) hingga refrigeran menjadi gas bertekanan tinggi dengan suhu 720C.

C-D : Proses De-superheating --- Discharge Pipe
Pada Pipa Keluar atau pipa bertekanan tinggi, gas refrigeran bertekanan tinggi dialirkan menuju kondensor. Tekanan pada saat ini mencapai 236 PSIG atau 16,3 bar.  Diakhir pipa keluar refrigeran suhunya akan menurun namun masih tetap dalam bentuk gas.

D-E : Proses Kondensasi --- Kondensor
Pada Kondensor, cairan refrigeran bertekanan tinggi diubah menjadi gas bertekanan tinggi. Ini terjadi karena fan blower pada kondensor meniupkan udara bebas ke pipa-kondensor dan sirip-sirip kondensor. Pertukaran kalor terjadi, udara bebas akan meningkat suhunya setelah melewati kondensor, sedangkan refrigeran akan menurun suhunya dan berubah wujud dari gas menjadi cair.

E-F : Proses Sub-Cooling --- Kondensor
Refrigeran yang telah menjadi cairan akan tetap melepaskan kalornya karena suhu udara sekitar masih lebih rendah dari suhu refrigeran itu senmnndiri. Proses ini juga berguna untuk memastikan refrigeran dalam keadaan cair sempurna.

F-G : Proses Sub-Cooling --- Liquid Pipe
Pada pipa liquid, cairan refrigeran akan terus turun suhunya, karena akan terus melepas kalor terhadap suhu udara luar yang masih lebih rendah. Umumnya pipa ini dibungkus atau diisolasi agar cairan yang dihasilkan akibat pertukaran kalor tidak merembes atau membasahi area sekitar pipa.

G-H : Proses Expansi --- Katup Ekspansi atau Pipa Kapiler
Penurunan tekanan yang drastis(ekspansi) diperlukan agar suhu refrigeran berada dibawah suhu ruangan yang akan didinginkan. Hal ini dilakukan agar refrigeran cair mudah menguap dalam evaporator akibat pertukaran kalor dengan udara ruangan yang dihembuskan ke evaporator. Pada proses ekspansi, sekitar 23% dari cairan refrigeran akan menjadi gelembung-gelembung gas yang mengalir diantara cairan refrigeran. Pada akhir proses ekspansi, suhu akan menjadi sangat rendah yaitu sekitar 50C.

H-I : Proses Evaporasi --- Evaporator
Refrigeran cair yang bertekanan rendah memasuki evaporator dan fan blower menghembuskan udara ruangan ke evaporator, hingga terjadi pertukaran kalor. Udara ruangan yang melewati evaporator akan turun suhunya, sementara refrigeran akan berubah wujud dari cairan menjadi gas bertekanan rendah.

I-J : Proses Superheat --- Evaporator
Oleh karena temperatur refrigeran masih dibawah temperatur udara ruangan, proses pertukaran kalor masih terus terjadi, hingga mengakibatkan suhu refrigeran akan naik. Proses ini juga berguna untuk memastikan refrigeran daalm bentuk gas sempurna sebelum masuk kedalam kompresor.




Jumat, 03 Agustus 2012

SEJARAH AC


Gambar Mesin Es Gorrie
Mesin Es Gorrie
Air Conditioning adalah proses mengubah sifat-sifat udara (terutama suhu dan kelembaban) untuk kondisi yang lebih menguntungkan. Lebih umum, Air Conditioning dapat merujuk pada segala bentuk teknologi pendinginan, pemanasan, ventilasi, atau disinfeksi yang memodifikasi kondisi udara.

Air Conditioner (sering disebut sebagai AC atau air con) adalah alat, sistem, atau mesin yang dirancang untuk mengubah suhu dan kelembaban udara dalam suatu area (digunakan untuk pendinginan dan kadang-kadang pemanasan tergantung pada sifat udara pada saat tertentu), biasanya menggunakan siklus refrigerasi tapi kadang-kadang menggunakan penguapan, dan umumnya untuk kenyamanan pendinginan dalam bangunan dan kendaraan bermotor.

Sejarah AC, konsep dasar di balik AC diketahui telah diterapkan di Mesir kuno dimana terdapat air yang menetes dari alang-alang yang tergantung di jendela-jendela . Penguapan air mendinginkan udara yang bertiup melalui jendela, meskipun proses ini juga membuat udara lebih lembab. Di Roma kuno, air dari saluran air diedarkan melalui dinding rumah tertentu untuk mendinginkan mereka. Teknik lainnya di Persia abad pertengahan melibatkan penggunaan tangki air dan menara angin untuk mendinginkan bangunan selama musim panas. AC modern muncul dari kemajuan dalam kimia selama abad 19, dan pengkondisian udara dengan energi listrik skala besar pertama ditemukan dan digunakan pada tahun 1911 oleh Willis Haviland Carrier.

Pada 1820, ilmuwan dan penemu dari Inggris Michael Faraday menemukan bahwa mengompresi dan mencairkan amonia bisa mendinginkan udara ketika amonia cair dibiarkan menguap. Pada tahun 1842, Florida dokter John Gorrie menggunakan teknologi kompresor untuk membuat es, yang digunakan untuk mendinginkan udara untuk pasien di rumah sakit di Apalachicola, Florida. Dia berharap akhirnya untuk menggunakan mesin pembuat es untuk mengatur suhu bangunan . Dia bahkan membayangkan AC terpusat yang bisa mendinginkan seluruh kota. Meskipun prototipe nya bocor dan dilakukan secara tidak teratur, Gorrie diberi paten pada 1851 untuk mesin pembuatan esnya. Harapannya atas keberhasilan lenyap tak lama kemudian ketika  pendukung keuangan utamanya meninggal; Gorrie tidak mendapatkan uang yang dibutuhkan untuk mengembangkan mesin.

Pada tahun 1902, unit pendingin udara modern pertama berenergi listrik ditemukan oleh  Willis Haviland Carrier  di Buffalo, New York. Carrier mulai bereksperimen dengan pendingin udara, dan "AC" pertamanya, dirancang dan dibangun di Buffalo oleh Carrier, mulai dioperasikan pada tanggal 17 Juli 1902.

Dirancang untuk meningkatkan kontrol proses manufaktur di pabrik percetakan, penemuan Carrier mengendalikan tidak hanya suhu tapi juga kelembaban. Carrier menggunakan pengetahuannya tentang pemanasan objek dengan uap dan membalik prosesnya. Alih-alih mengirim udara melalui koil panas, dia mengirimkannya melalui kumparan dingin (yang diisi dengan air dingin). Udara yang bertiup di atas gulungan dingin mendinginkan udara, dengan jumlah kelembaban udara dingin yang dapat dikontrol. Pada gilirannya, kelembaban di dalam ruangan dapat dikendalikan. Panas dan kelembaban yang rendah membantu menjaga dimensi kertas konsisten dan keselarasan tinta. Seiring waktu, AC digunakan untuk meningkatkan kenyamanan dalam rumah dan mobil juga.

Pengembangan Refrigerant 
Gambar Diagram Siklus Refrigerant
Diagram siklus refigeran
Pada mulanya AC dan lemari es menggunakan gas beracun atau mudah terbakar, seperti amonia, metil klorida, atau propana, yang dapat mengakibatkan kecelakaan fatal ketika mereka bocor. Thomas Midgley, Jr, menciptakan gas tidak mudah terbakar pertama, tidak beracun chlorofluorocarbon, Freon, pada tahun 1928.
"Freon" adalah nama merek dagang yang dimiliki oleh DuPont untuk chlorofluorocarbon (CFC), Hydrochlorofluorocarbon (HCFC), atau hydrofluorocarbon (HFC) refrigeran, masing-masing nama mempunyai nomor yang menunjukkan komposisi molekul (R-11, R-12, R-22, R-134a). Campuran yang paling banyak digunakan untuk kenyamanan pendinginan rumah dan gedung secara langsung adalah HCFC yang dikenal sebagai R-22. Namun harus dihapus untuk digunakan dalam peralatan baru pada tahun 2010, dan harus benar-benar dihentikan pada tahun 2020.
R-12 adalah campuran yang paling umum digunakan dalam mobil di Amerika Serikat sampai 1994, ketika sebagian besar desain berubah ke R-134a. R-11 dan R-12 tidak lagi diproduksi di AS. Beberapa non-ozone-depleting refrigeran telah dikembangkan sebagai alternatif, termasuk R-410A, diciptakan oleh Honeywell (sebelumnya AlliedSignal) di Buffalo, dan dijual dengan nama Genetron (R) AZ-20. Ini pertama kali secara komersial digunakan oleh Carrier dibawah nama merek Puron.
Inovasi dalam teknologi AC berlanjut, dengan penekanan baru-baru ini ditempatkan pada efisiensi energi dan pada peningkatan kualitas udara dalam ruangan. Mengurangi dampak perubahan iklim merupakan area inovasi yang penting, karena di samping emisi gas rumah kaca yang terkait dengan penggunaan energi. CFC, HCFC dan HFC adalah gas rumah kaca yang potensial bila bocor ke atmosfer. Misalnya, R-22 (juga dikenal sebagai HCFC-22) memiliki potensi pemanasan global sekitar 1.800 kali lebih tinggi dari CO2.  Sebagai alternatif pengganti refrigeran konvensional, alternatif alam, seperti karbon dioksida (CO2. R-744) , telah diusulkan.